Banjarmasin — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan, bekerja sama dengan Laboratorium Jurusan Pendidikan IPA Universitas Lambung Mangkurat (ULM), sukses menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Guru IPA SMP melalui Praktikum Berbasis Pembelajaran Mendalam Tahun 2025. Kegiatan berlangsung selama dua hari, yaitu Senin, 1 Desember 2025 di Hotel Harper Banjarmasin, dan Selasa, 2 Desember 2025 di Laboratorium Pendidikan IPA ULM.
🔬 Antusiasme Tinggi Guru IPA Balangan dalam Bimtek MGMP
Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA se-Kabupaten Balangan berlangsung sukses dan mendapat sambutan positif dari para peserta. Antusiasme yang tinggi terbukti dengan kehadiran 29 guru IPA yang mewakili 24 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Balangan.
SMP-SMP yang berpartisipasi dalam peningkatan kompetensi ini:
SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 3 Paringin (3 sekolah); SMPN 1 dan SMPN 2 Lampihong (2 sekolah); SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, dan SMPN 4 Batumandi (4 sekolah); SMPN 1 Juai (1 sekolah); SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5, dan SMPN 6 Halong (6 sekolah); SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, dan SMPN 4 Awayan (4 sekolah); serta SMP SATAP Libaru Sungkai (1 sekolah). Secara keseluruhan, total 21 SMP Negeri yang terperinci namanya hadir dalam bimtek tersebut, menunjukkan komitmen guru-guru IPA Balangan terhadap mutu pendidikan.

Bimtek dirancang untuk memperkuat kompetensi profesional guru melalui pelatihan materi-materi esensial yang mendukung implementasi pembelajaran mendalam (deep learning). Seluruh sesi disajikan dalam bentuk praktikum langsung, sehingga guru dapat mengalami, mencoba, dan menguasai pendekatan pembelajaran saintifik berbasis eksperimen dengan memanfaatkan KIT IPA.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan, H. Abiji, S.Pd., M.A.P., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam meningkatkan literasi dan numerasi. Ia menyampaikan bahwa bimtek ini adalah kegiatan ke-9 yang dilaksanakan dalam rangka membangun kompetensi guru secara sistematis dan berkelanjutan.
Hari Pertama: STEM, K3 Laboratorium, dan Kompetisi STEMbot

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Laboratorium serta Integrasi Pembelajaran berbasis STEM. Sesi dilanjutkan dengan praktik pengoperasian STEMbot, robot edukatif hasil kolaborasi Pendidikan IPA ULM dan Pueblo Science Kanada. Para peserta sangat antusias, terutama dalam sesi kompetisi STEMbot yang memungkinkan penambahan berbagai sensor untuk memperkaya fungsinya. Sebelum bertanding, peserta dibimbing untuk melakukan proses coding melalui smartphone masing-masing menggunakan jaringan Wi-Fi.
Hari Kedua: Praktikum Intensif di Laboratorium IPA
Pada hari kedua, peserta mengikuti praktikum intensif di Laboratorium Pendidikan IPA. Fokus kegiatan adalah pengoptimalan penggunaan KIT Fisika, khususnya KIT Listrik dan Panas–Hidrostatik serta KIT Mekanika dan Optika. Guru-guru tampak aktif berdiskusi, mencoba alat, serta berdampingan dengan instruktur untuk memahami konsep-konsep ilmiah secara aplikatif.

Kepala Laboratorium IPA, Wida Salupi, M.Si., menyampaikan bahwa laboratorium selalu terbuka untuk kerja sama dengan berbagai pihak, baik dinas pendidikan, sekolah, maupun peneliti dari luar kampus. Dengan fasilitas yang memadai dan dukungan tenaga ahli, Laboratorium IPA ULM siap menjadi pusat pengembangan praktikum dan peningkatan kompetensi sains.
Penutupan dan Harapan Ke Depan

Peningkatan literasi dan enumerasi berbasis praktikum menjadi aspek krusial dalam penguatan kualitas pembelajaran sains di sekolah. Literasi sains tidak hanya menuntut peserta didik memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata melalui kegiatan observasi, eksperimen, dan analisis data. Demikian pula, kemampuan enumerasi—yang mencakup keterampilan berpikir numerik, kuantitatif, dan pemecahan masalah—sangat diperlukan untuk membaca fenomena ilmiah secara tepat. Melalui bimtek ini, guru mendapatkan pengalaman langsung dalam menerapkan pembelajaran berbasis praktikum yang tidak hanya relevan untuk peningkatan kualitas peserta didik, tetapi juga selaras dengan tuntutan kurikulum modern yang menekankan kompetensi proses. Selain itu, bagi dosen dan tenaga pendidik di perguruan tinggi, peningkatan literasi dan enumerasi praktikum menjadi bagian penting dalam pembaruan kurikulum yang berorientasi pada evidence-based learning dan pembelajaran kolaboratif. Dengan tercapainya keselarasan antara guru, peserta didik, dan dosen dalam menerapkan pembelajaran praktikum yang kuat, mutu pendidikan IPA dapat meningkat secara menyeluruh, dari tingkat sekolah hingga perguruan tinggi, serta memastikan terciptanya sumber daya manusia yang unggul dalam berpikir ilmiah, kritis, dan kreatif. Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta. Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Rafiul Amal, M.Pd., dalam penutupannya menyampaikan harapan agar guru-guru dapat menerapkan keterampilan baru ini di sekolah masing-masing, sehingga siswa dapat belajar IPA melalui pengalaman nyata, bukan hanya teori.
Sementara itu, Ketua Jurusan Pendidikan IPA, Dr. Syubhan Annur, M.Pd., menekankan bahwa kegiatan semacam ini perlu dijadikan agenda rutin dengan tema yang disesuaikan kebutuhan guru. Ia juga menegaskan komitmen Jurusan Pendidikan IPA ULM untuk berperan aktif dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan. Dengan terlaksananya bimtek ini, diharapkan guru-guru IPA semakin siap merancang pembelajaran inovatif, kontekstual, dan berpusat pada pengalaman ilmiah siswa, sehingga kualitas pembelajaran IPA terus meningkat dari tahun ke tahun.
Reporter: Rauf Rahmadi
Editor : admin IKS
