TIM DEBAT IPA BERAKSI, MAULIDIYAWATI DAN PUTRI KUNANTI RAIH JUARA 3 TIM SERTA PEMBICARA TERBAIK PADA KDMI 2026 TINGKAT FAKULTAS

Banjarmasin, 30 Maret 2026 – Mengasah potensi tidak cukup hanya di dalam ruang kelas. Mentalitas inilah yang dibuktikan secara nyata oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan IPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Melalui keberanian untuk tampil dan beradu gagasan, mereka sukses menorehkan prestasi gemilang pada ajang Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2026 tingkat FKIP ULM yang digelar Senin (30/03) di Ruang Rapat Lama FKIP ULM.

Kompetisi tahunan ini menjadi panggung adu ketajaman berpikir kritis yang diikuti oleh 20 tim tangguh dari berbagai jurusan. Di tengah atmosfer kompetisi yang kompetitif, Jurusan Pendidikan IPA dengan percaya diri mengirimkan dua tim delegasi yang membawa misi besar: membuktikan bahwa calon pendidik sains juga piawai dalam retorika dan analisis sosial.



Dalam kompetisi bergengsi ini, Pendidikan IPA dengan bangga menurunkan dua tim terbaiknya:

Tim B: Diperkuat oleh kesatria muda Anan Naufal dan Muhammad Syahrani (Angkatan 2025), yang dengan berani mengambil tantangan meski masih berada di tahun-tahun awal perkuliahan.

Tim A: Diperkuat oleh Maulidiyawati dan Putri Kunanti Zalukhu (Angkatan 2024), dua srikandi yang tampil dengan kombinasi argumen tajam dan kerja sama solid.

Menembus Batas: Mandiri dan Tangguh di Ruang Debat

Potensi dan mental juara para mahasiswa ini benar-benar diuji melalui regulasi kompetisi yang ketat. Berlangsung maraton selama satu hari penuh dengan 5 sesi pertandingan bermosi dinamis, setiap tim ditantang melakukan case building secara mandiri selama 15 menit. Tanpa bantuan internet maupun dosen pendamping, mereka murni mengandalkan ketajaman logika, keluasan wawasan, dan kerja sama tim yang solid.

Hasilnya luar biasa. Tim A yang digawangi oleh dua srikandi angkatan 2024, Maulidiyawati dan Putri Kunanti Zalukhu, tampil memukau sejak babak penyisihan hingga final. Keberanian mereka dalam menyusun argumentasi yang logis, sistematis, dan meyakinkan berhasil mengantarkan mereka merengkuh gelar Juara 3 Tim.

Tak berhenti di situ, Maulidiyawati juga membuktikan kualitas individunya yang luar biasa di atas podium dengan dinobatkan sebagai Best Speaker 3 (Pembicara Terbaik 3). Keberhasilan ini sekaligus mengunci tiket emas bagi Maulidiyawati untuk melangkah lebih jauh sebagai perwakilan FKIP ke tingkat Universitas.

“Ini bukan sekadar soal menang atau kalah, tapi tentang keberanian untuk mendobrak rasa tidak percaya diri dan membuktikan bahwa anak IPA mampu berbicara lantang serta kritis di panggung debat,” ungkap perwakilan tim dengan penuh semangat.

Inspirasi untuk Terus Berani Berkarya

Semangat membara juga ditunjukkan oleh Tim B yang beranggotakan Anan Naufal dan Muhammad Syahrani (Angkatan 2025). Sebagai mahasiswa yang relatif baru, keputusan mereka untuk maju dan bertarung di ajang ini menjadi bukti nyata atas tingginya nyali dan keinginan kuat untuk mengembangkan potensi diri sejak dini. Pengalaman berharga ini menjadi modal penting untuk mendominasi kompetisi-kompetisi berikutnya.

Keberhasilan kolektif dari Maulidiyawati, Putri Kunanti, Anan, dan Syahrani mematahkan stereotip purba. Mereka membuktikan bahwa mahasiswa Pendidikan IPA tidak hanya berkutat dengan rumus dan laboratorium, melainkan juga memiliki kemampuan komunikasi publik, diplomasi, dan pemecahan masalah yang luar biasa.

Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik api semangat bagi seluruh mahasiswa ULM untuk keluar dari zona nyaman. Jangan takut gagal, mulailah melangkah, dan tunjukkan keberanian untuk tampil berkarya di pangkan mana pun! Selamat kepada para juara, teruslah menginspirasi dan mengharumkan nama almamater!


Editor: admin IKS

About adminipa

be useful

Leave a Comment