Mahasiswa Pendidikan IPA FKIP ULM Raih Sertifikasi Kompetensi Bergengsi, Gebrak Wirausaha Merdeka

Banjarmasin Bangga: Generasi Muda Kalsel Unjuk Gigi di Kancah Nasional

BANJARMASIN – Langkah maju bagi mahasiswa adalah membekali diri dengan kompetensi yang relevan di era modern. Life skills kewirausahaan menjadi pembeda dalam persaingan era digital. Program Wirausaha Merdeka (WMK) hadir sebagai program nasional berfokus pada pengembangan jiwa wirausaha melalui aksi nyata. Wirausaha Merdeka (WMK) menyaring mahasiswa unggul di bidang wirausaha. Sebuah inisiatif Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan mengasah jiwa wirausaha mahasiswa melalui pelatihan dan praktik langsung di dunia industri.

Pantas berbangga, tim mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) lolos dan meraih sertifikasi kompetensi profesi. Tiga mahasiswa berasal dari Program Studi Pendidikan IPA yakni Ahmad Daffa Al Khair, Khairan Novie, dan Alvi Yatun Hasanah, sukses mencuri perhatian di program Wirausaha Merdeka (WMK). Ketiganya terpilih dan dinyatakan mampu menyelesaikan program, disela kesibukan kuliah.

Kegiatan WMK ini terdiri atas tiga tahapan utama:

  1. Masa Pembekalan (3 Minggu)
    Pada tahap awal, peserta mendapatkan pembekalan materi seputar kewirausahaan, mulai dari dasar-dasar bisnis, manajemen keuangan, pemasaran digital, hingga pengembangan produk. Pembekalan ini disampaikan oleh para dosen dan praktisi wirausaha secara langsung, dengan format kuliah dan diskusi interaktif.
  2. Masa Magang di Mitra Usaha (1 Bulan)
    Setelah pembekalan, peserta menjalani masa magang di UMKM mitra yang telah bekerja sama dengan program WMK. Di sini, peserta belajar langsung dari aktivitas usaha yang nyata, mulai dari produksi, pelayanan, distribusi, hingga strategi promosi. Pengalaman ini menjadi bekal penting dalam memahami dinamika wirausaha sesungguhnya.
  3. Masa Tenang & EXPO (Demo Day)
    Tahap akhir adalah masa tenang, di mana peserta fokus menyelesaikan produk bisnis kelompok mereka. Program ditutup dengan kegiatan EXPO dan Demo Day, berupa open boothcamp yang menjadi ajang presentasi dan penjualan produk hasil pengembangan masing-masing tim. Ini menjadi puncak kegiatan untuk menunjukkan hasil kerja nyata peserta selama satu semester.

Ketiga mahasiswa mengikuti kegiatan WMK ini sebagai peserta dan tergabung dalam tim kelompok bisnis, di mana kami saling berkolaborasi dalam setiap tahap, mulai dari pembekalan, magang, hingga menciptakan dan memasarkan produk kami pada acara puncak EXPO.

(Alviyatun, kedua dari kiri. Senyum gembira bersama teman seperjuangan)

Terasa lebih membanggakan, Daffa, Khairan dan Alviyatun berhasil meraih sertifikasi kompetensi profesi yang diakui secara nasional. Daffa kini memegang sertifikasi Pembuatan Website, sementara Khairan menggenggam sertifikasi Digital Marketing, serta Alviyatun meraih sertifikasi Digital Wirausaha. Ketiganya diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Telematika dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Ini membuktikan bahwa anak-anak muda Banua punya skill mumpuni dan siap bersaing di dunia kerja maupun membuka lapangan usaha sendiri.

(Daffa, pertama dari kanan. Khairan, pertama dari kiri. Merasakan atmosfer persaingan wirausaha nasional)

Daffa, sang jagoan teknologi, tak bisa menyembunyikan rasa sumringahnya. “Bisa dapat sertifikasi ini tuh rasanya bangga banget! Ini pengalaman pertama ikut uji kompetensi profesional. Sertifikasi ini jadi modal penting buat masa depan, apalagi kalau mau serius di dunia teknologi atau bisnis digital,” ujarnya dengan logat Banjar yang kental.  

Khairan pun tak kalah antusias berbagi pengalamannya. “Jujur, ini tantangan seru! Awalnya handak gugup, tapi pas dijalani, banyak banar ilmu yang didapat. Sertifikasi Digital Marketing ini pas banar buat aku yang tertarik bisnis dan pemasaran digital,” tuturnya bersemangat.

Alvi, yang turut serta dalam program WMK, juga merasakan manfaat besar dari program ini. “WMK ini benar-benar menambah ilmu dan pengalaman. Bisa belajar langsung soal wirausaha itu seru sekali, apalagi bisa diskusi dengan mentor dan teman-teman,” ungkapnya.  

Keberhasilan Alvi, Daffa dan Khairan ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa ULM lainnya, khususnya generasi muda Kalsel, untuk tidak takut terjun ke dunia wirausaha dan terus mengasah diri.  

“Buat teman-teman yang penasaran atau handak mencoba program ini, jangan ragu! Jangan takut gagal, karena pengalaman yang didapat itu sangat membantu kita untuk siap menghadapi tantangan ke depan,” pungkas Daffa dengan penuh semangat.

Kisah sukses Ahmad Daffa Al Khair, Khairan Novie, dan Alvi Yatun Hasanah, mahasiswa FKIP ULM yang berhasil meraih sertifikasi kompetensi profesi melalui program Wirausaha Merdeka, adalah bukti nyata potensi besar yang dimiliki generasi muda Kalimantan Selatan. Dengan bekal ilmu dari perkuliahan dan pengalaman berharga dari program Wirausaha Merdeka, ketiganya telah menunjukkan bahwa anak-anak muda Banua memiliki keterampilan mumpuni dan siap untuk berkontribusi, baik sebagai tenaga kerja profesional maupun sebagai penggerak roda perekonomian melalui wirausaha. Semoga pencapaian gemilang ini dapat menginspirasi seluruh mahasiswa ULM dan generasi muda Kalsel lainnya untuk terus mengembangkan diri, berani mengambil tantangan, dan tidak gentar dalam meraih impian di dunia wirausaha maupun karir profesional. Ingatlah, kegagalan bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang akan mengantarkan pada kesuksesan.

Reporter & Penulis      : Gugus Career and Entrepreneur Development Pendidikan IPA ULM

Editor                           : Admin IKS

Special thanks MBKM FKIP ULM

About adminipa

be useful

Leave a Comment