Program Studi Pendidikan IPA Kirim Mahasiswa untuk Pengalaman Mengajar di Filipina Melalui SEA TEACHER

Banjarmasin – Gya Noza Talenta Maharani merupakan salah satu mahasiswi yang mewakili Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan IPA Universitas Lambung Mangkurat dalam program SEA TEACHER Batch 10 yang diinisiasi oleh Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO). Gya mengikuti program SEA TEACHER Batch 10 ini di University of the Immaculate Conception, Davao, Philippines bersama dua rekan mahasiswa yang berasal dari program studi yang berbeda.

SEA Teacher Project Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia merupakan sebuah proyek yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada calon guru dari berbagai perguruan tinggi di Asia Tenggara untuk mendapatkan pengalaman mengajar (praktikum) di sekolah-sekolah di negara-negara lain di Asia Tenggara yang dilaksanakan oleh organisasi Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO).

Noca panggilan akrabnya, lahir pada 26 Februari 2004, di Tamban, Kalimantan Selatan. Gya memiliki hobi membaca, bernyanyi, dan menonton film. Melalui hobi ini lah yang membuat gya sering mendengar dan mengenal kosakata baru dalam bahasa asing, contohnya Bahasa Inggris, dan dari hobinya itu membuat Gya tidak sengaja mempelajari dan mengingat beberapa kata dalam Bahasa Inggris.

Lahir dan tumbuh di keluarga yang supportive membuat gya tidak takut untuk mencoba hal hal baru dan berani mengambil resiko dari tiap pilihannya. Hal tersebutlah yang akhirnya dapat membawanya terbang hingga ke Filipina untuk mengikuti program SEA TEACHER Batch 10 bersama dua orang temannya yang berasal dari Program Studi yang berbeda beda. Ditempatkan di University of the Immaculate Conception (UIC), gya dan dua temannya melakukan kegiatan observasi, mengajar dan juga mempelajari budaya Kota Davao, Filipina. Pada program SEA TEACHER ini gya berkesempatan untuk observasi sekaligus praktek mengajar di Basic Education yang ada di UIC tepatnya di grade 7 & 10 Junior High School, ia mengatakan bahwa murid murid yang ada disana ceria, ramah dan cerdas. Gya juga mengatakan bahwa ia merasa senang karena semua orang disana menyambutnya dengan baik dan hangat.

Sebelum berangkat terdapat pembekalan oleh tim MBKM FKIP ULM sekitar sebulan yang diisi dengan materi microteaching dan praktiknya, bahasa Inggris, etika dan budaya, serta psikologi. Berlanjut pelaksanaan program SEA TEACHER.

Gya mengatakan alasannya mengikuti program SEA TEACHER Batch 10 adalah karena ia ingin mengasah kemampuan berbahasa inggrisnya secara langsung sekaligus mencoba kemampuan mengajarnya karena ini adalah kali pertama ia mengajar sendirian dalam satu kelas. Ia juga mengatakan bahwa ingin menjadi salah satu mahasiswa berprestasi yang dapat membawa nama baik ULM dan juga Program Studi Pendidikan IPA ke luar negeri. Selain itu, ia juga menceritakan pengalaman seru di sana.

“Kalo ditanya pengalaman itu banyak banget karena dis ana itu pasti ga seneng seneng aja, tapi kami hampir tiap hari observasi ke sekolah. Trus, ketemu orang-orang baru, dapat temen baru, pokoknya banyak banget pengalaman dan pelajaran berharga yang bisa di ambil selama 28 hari disana,” ucap Noza

Gya juga memberi saran kepada teman-teman pembaca yang ingin ikut dalam Sea Teacher selanjutnya.

“Mungkin lebih di perkuat Englishnya, biar di sana itu enak komunikasinya, karna mostly di sana mereka ngerti English walaupun para pedagang dan engga semua masyarakat bisa ngomong English, tapi mereka tetap ngerti. Dan juga jangan malu dan takut mencoba hal baru,” paparannya. Penulis : Gya & Aulia H

About adminipa

be useful

Leave a Comment