PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA MATERI SISTEM EKSRESI MANUSIA KELAS IXE SMPN 20 BANJARMASIN

  • Fitriani
  • fitrithamrin05@gmail.com
  • Staf Pengajar IPA SMPN 20 Banjarmasin

Abstrak         

Salah satu tujuan mata pelajaran IPA Sekolah Menengah Pertama menurut  Badan Standar Nasional Pendidikan (2006) yaitu siswa memiliki kemampuan memecahkan masalah yang meliputi kemampaun memahami masalah, merancang dan menyelesaikan proses pembelajaran serta menafsirkan solusi yang diperoleh dari proses pembelajaran. Kemampuan pemecahan masalah merupakan hal yang penting karena aktivitas ini merupakan aktivitas yang dilakukan oleh para ilmuwan dan terkait erat dengan metode penemuan, berpikir kreatif dan berpikir kritis. Berdasarkan hasil observasi terhadap siswa kelas IXE SMPN 20 Banjarmasin, terdapat permasalahan yang dihadapi yaitu rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa. Hal ini dibuktikan dengan rendahnya hasil nilai kemampuan pemecahan masalah siswa secara klasikal pada observasi awal yaitu 65,44 %. Banyak upaya yang telah dilakukan oleh guru antara lain dengan menerapkan model – model pembelajaran jigsaw, STAD dan GI, namun masih belum berhasil dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini adalah membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada siswa dengan cara mengimplementasikan pembelajaran kemampuan pemecahan masalah  pada materi sistem eksresi. Materi sistem eksresi adalah salah satu materi yang memerlukan pemahaman konsep oleh siswa karena berkaitan dengan keadaan didalam diri manusia. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dari bulan Juli sampai Agustus 2017. Masing – masing siklus terdiri dari tiga tahap yaitu: (1) perencanaan,   (2) pelaksanaan tindakan dan observasi, (3) evaluasi dan refleksi. Implementasi kemampuan pemecahan maslah memiliki enam tahapan langkah pembelajaran yaitu: (1) memberikan orientasi permaslahan kepada siswa, (2) mengorganisasikan siswa untuk meneliti dari berbagai sumber informasi, (3) memilih solusi yang optimal untuk penyelesain masalah, (4) mengembangkan dan mempresentasikan hasil karya, (5) menganalisis proses pemecahan masalah, dan (6) mengevaluasi proses pemecahan masalah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil kemampuan pemecahan masalah siswa kelas IXE SMP Negeri 20 Banjarmasin dapat ditingkatkan melalui implementasi pembelajaran kemampuan pemecahan masalah. Pada siklus pertama kualitas kemampuan pemecahan masalah siswa secara klasikal yaitu 76,8% dan pada siklus dua kualitas kemampuan pemecahan masalah siswa secara klasikal yaitu       78, 7%. Rata – rata secara klasikal hasil kualitas kemampuan pemecahan siswa meningkat sehingga ketuntasan belajar siswa mengalami kemajuan.

Kata kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Sistem Eksresi, Penelitian Tindakan Kelas.

Download Full Paper Klik di sini

Leave us a Comment

logged inYou must be to post a comment.