WORKSHOP DAN PELATIHAN SIAP SIAGA BENCANA (untuk kampus)

Kegiatan ini bertemakan “Workshop dan Pelatihan Siap Siaga Bencana untuk mewujudkan Masyarakat Kampus Peduli Bencana yang dilaksanakan pada tanggal 20-21 Februari 2018 bertempat di ruang 321 lantai 3 Pascasarjana ULM. Workshop ini terwujud karena pentingnya siaga bencana terhadap lingkungan serta hubungan  hubungan kerjasama Radar Banjar Peduli dengan Program Studi Keguruan IPA dan Program Studi Pendidikan IPA Pada hari pertama materi yang diterima membuka wawasan kerelawan , kampus siaga bencana, dan trauma helling. Kegiatan kali merupakan suatu kegiatan yang sangat berguna untuk mahasiswa(i).

Pada hari pertama kegiatan ini diberikan materi-materi yang sangat berguna. Perlu kita ketahui bahwa sebagai relawan tidak selalu dituntut untuk membantu bencana yang besar saja akan tetapi dari hal-hal yang kecil pun bisa menjadi seorang relawan. Menjadi seorang relawan tidak lah mudah atau tidaklah sulit jika yang dilakukan dengan ketulusan hati. Pada saat terjadi sesuatu pun entah bencana terutama bencana yang besar seperti kebakaran, tsunami dan lainnya orang yang mengalami yang namanya trauma. Tidaklah mudah menjadi orang mengalami bencana hal seperti itu sehingga pada kegiatan ini juga diberikan materi tentang “Trauma Halling”. Pada materi tersebut kita mendapatkan ilmu bagaimana caranya menangani orang trauma agar orang yang mengalami hal tersebut bisa menjalankan aktivitasnya seperti sedia kala  sebelum terjadinya bencana yang memang mungkin sulit untuk dilupakan. Sebagai mahasiswa(i) sangatlah diperlukan untuk bisa membantu trauma halling tersebut karena mahasiswa(i) dianggap banyak memiliki pemikiran kreatif sehingga mungkin bisa menghadapi situasi yang seperti itu.

 

Dokumentasi  peserta Workshop dan Pelatihan Siap Siaga Bencana (untuk kampus) dengan Radar Banjar Peduli (RBP) beserta Dosen Pendidikan IPA FKIP ULM 

Diskusi bersama sstelah pemberian materi.

Simulasi penggunaan APART yang baik dan sesuai aturan yang dilakukan oleh bapak Yudha Irhasyuana, M.Pd selaku dosen Pendidikan IPA.

Pada hari kedua, kita diberikan materi dan simulasi. Pada materi yang diberikan mungkin sedikit sama dengan hari pertama namun kita lebih banyak sharing dengan pemateri tentang relawan dan sebagainya. Pada saat simulasi disana kita terjun langsung kelapangan tentang bagaimana cara menggunakan APART yang baik dan benar agar pada saat terjadinya kebakaran terutama kebakaran kecil kita langsung tanggap dalam menghadapi situasi yang seperti itu. Tidak hanya itu kita juga sebenarnya dituntut untuk memiliki APART di masing-masing rumah minimal tabung yang 3kg akan tetapi pemerintah masih belum menerapkan itu diwilayah kita dikarenakan ada beberapa faktor yang mengakibatkan tidak bisa diterapkan diwilayah kita terutama masalah harga yang mungkin begitu mahal sehingga menyulitkan untuk membeli APART tersebut. Setelah diberikan penjelasan tentang APART tersebut dilakukan simulasi tersebut dengan melakukan percobaan penggunaan APART yang dilakukan langsung oleh mahasiswa(i) Pendidikan IPA beserta dosen Pendidikan IPA. Setelah melakukan percobaan tersebut dilanjutkan lagi dengan gerakan membersihkan sampah disekitar kampus yang terbagi menjadi 2 titik lokasi yaitu dibelakang perpustakaan pusat ULM dan di kantin SBC ULM. Kegiatan tersebut dilakukan agar mengurangi sampah-sampah dilingkungan kampus ULM dan menyadarkan bahwa pentingnya menjaga kebersihan kampus karena masalah yang paling terlihat saat ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat terutama mahasiswa(i) ULM yang sering membuang sampah tidak pada tempatnya sehingga dengan adanya gerakan yang dilakukan seperti ini menyadarkan pihak yang selama ini tidak membuang sampah pada tempatnya.

Setelah kegiatan gerakan kebersihan tersebut berakhirlah pula kegiatan Workshop dan Pelatihan Siap Siaga Bencana (untuk kampus) dan diakhiri dengan sesi foto bersama mahasiswa(i), dosen Pendidikan IPA dan Radar Banjar Peduli beserta Pemateri.

 

by : HDR

Blog Attachment

Leave us a Comment

logged inYou must be to post a comment.